Menggosip menjadi perilaku yang sangat populer di antara orang-orang. Aku tidak paham mengapa si A bisa menggosip semua kejelekan si B. Tapi di depan, mereka tetap berteman.
Lain di mulut lain di hati. Dan aku pribadi tidak pernah tertarik pada aktivitas ini.
Mengapa seseorang menggosip?
Karena kebiasaan.
Karena bingung cari bahan pembicaraan.
Karena memiliki masalah dengan seseorang, tapi tidak punya muka untuk langsung menyampaikannya.
Karena tidak tahu cara buang "sampah emosi" dan tidak tahu cara mencari hiburan selain dengan menjelek-jelekkan orang.
Lagipula, menjadikan gosip sebagai "alat kontrol sosial" adalah pemikiran yang bodoh.
Tidak ada orang yang akan berubah kelakuannya dengan dijelek-jelekkan di belakang.
Alih-alih mencari tahu kenapa orang bersikap demikian, lalu menemukan solusi untuk memperbaiki, gosip hanya akan mengotori moralitas diri, merampok kedamaian hati.
Dan juga,
Orang yang menggosip tentang siapapun di depanmu hari ini, dia juga akan menggosip tentangmu di kemudian hari.
Ini bukan tentang targetnya, ini tentang karakter si "gossiper".
- Afi Nihaya Faradisa
0 comments:
Post a Comment